Pengadilan : “No Comment”

“Hindari Calo, datang sendiri ke persidangan lebih terhormat” sebuah pengumuman jelas terbaca di depan pintu masuk pengadilan negeri jakarta selatan

pagi itu dengan tenang nya aku memasuki kantor pengadilan.

Sepanjang jalan ampera raya aku sempat bertanya – tanya dimana tempatnya, namun akhirnya ketemu juga. Pemandangan yg terlihat pertama kali adalah “calo” yg memang seliweran, tapi “maaf sy bisa sendiri”

“mbak. ini tanggal 27 ya sidangnya?” tanya penjaga loket tilang

“iya pak, sy sakit jd gbs dtg ke persidangan” jawab q singkat

beberapa menit kemudian…

“tempatnya di kejaksaan taman puring ya bukan disini, karena sudah lewat tanggal sidang” ujar nya

“ok pak, ngomong2 ke taman puring lewat mana ya?” tanya ku dg polosnya

“mbak lewat arah blok M, tau RS Pertamina kan?” tanya nya meyakinkan klo aq tau

“ga tau pak” jawab ku

“PLN bulungan tau kan?” tanya nya lagi

“hm…. Blok M saya tau pak” jawab ku seadanya

akhirnya bapak diluar loket menerangkan jalan ke kejaksaan dan tetep aku ga ngerti, yang ku tangkep ya lewat kemang, cipete dll. padahal tuh tempat ga pernah terjamah oleh ku 😐 *mungkin terjamah, tp itu judulnya pasti kesasar 😀

ok….ckiiittt motor ku mengerem keluar kantor pengadilan jaksel, dengan tenang dan mengikuti feeling aku pun menelusuri jalanan ibukota yg sangat panas, macet, dempet2an kendaraan, polusi dan semua hal yg ku temui di pagi hari senen tadi

belok kanan, belok kiri, ambil arah blok M, lurus aja…………….”otak ku masih belum tau pasti jalan ke kejaksaan 😐

semua jalan yg ditempuh tidak berdasarkan GPS, peta ataupun petunjuk jalan lain.

Sebatas petunjuk arah dari pengendara di samping kanan ku yg menunjukan arah blok M, kemudian banyak bgt belokan yang bikin bingung….. belok juga sesuai feeling, alhamdulillah “jalannya bener” 🙂

“fiuuuhhh.. Thanks God”

datang di kejaksaan berbeda dengan datang ke pengadilan,

aku kira akan disidang, tapi malah disuruh bayar denda yg total dendanya semena2.

Penjaga loket pun  ga mau tau dengan statement ku.

Aku ga terima dan ga mau bayar mahal, tapi malah SIM ku ditarik lagi. Baiklah daripada timbul percekcokan, mending sy bayar dan pergi.

Pengen banget rasanya aku maki2 atas keputusan yg semena2 ini, hukum sperti apa ini?

Namun apa daya, sy hanya rakyat biasa…. Hanya bisa nurut saja

hidup di Indonesia rumit bgt ya, begini salah, begitu salah.

Let’s pray for Indonesia 🙂

 

Silahkan Tinggalkan Komentar :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s