Jalan Raya : “Ujian & Pertolongan – NYA”

“tiiiiiiiiiiiiiiiittt” bunyi klakson motor q berbunyi, pertanda motor di depan harus hati – hati

beberapa detik kemudian………..

gubraak…. akhirnya aku pun pingsan sesaat…

“ada apa ini?” ujar pengendara lain yang membangunkan ku

tergopoh – gopoh aku pun bangkit namun tak bisa..

“ayo tolong bantuin mbak nya kasian” teriak pengemudi lain…

akhirnya motor ku diangkat, dan aku menjerit sakit..

“kaki… kaki… kaki ku kejepit” rintih ku

bapak tersebut masih membantu ku,

“ga apa apa kan mbak?” tanya bapak tersebut

“ga, ga apa apa koq… aku masih bisa jalan” jawab ku sambil jalan

“ini minum dulu” datang mas mas yg membawa aqua

“oh iya, terima kasih” aku pun minum

“istirahat dan diobatin dulu aja jangan maksain jalan” sahut seseorang di belakang saya

“iya, ga apa2 koq… cuma kaget aja” jawab ku memastikan

disisi jalan pengemudi yang motornya aku senggol menenangkan ku..

“tuh mba, kaki nya luka… diobatin aja dulu” pinta mas yang tidak ku kenal

“iya, gigi ku pun patah…. hiks” jawab ku

“kena aspal mungkin?”

“hmm… mungkin.. aku lupa”

akhirnya aku pun dibawa 3 orang laki2 yang ga ku kenal… si pengemudi yang merasa bersalah pun membawa aku ke RS Bhayangkara, disana dia menemani ku…

ketika suster membersihkan luka… aku pun mulai mencucurkan air mata, nangis (cengeng).

telpon berbunyi…

“de kamu kenapa?” tanya kakak kelas

aku ga bisa bicara, yang ada nangis pas ditelpon… akhirnya telpon pun mati

aku jawab via sms…

ketika transaksi, mas yang tabrakan tadi bayarin semua.

“ini obatnya, yang ini diminum jika nyeri” sambil ia menyodorkan obat

“oh iya, ada obat juga ya” tanya ku

“iya”

“terima kasih ya, mohon maaf sebelumnya” ujar mas yang ga ku kenal itu

“oh iya sama2” jawab ku

Beberapa menit kemudian adek kelas datang menjemput ku…. dan kami pun pergi ke asrama.

Kejadian ini mengingatkan ku akan kematian, ini ujian dari – NYA akan setiap kelalaian ku.

Entah apa yang terjadi jika Alloh masih belum memeluk ku ketika itu, ya dengan tidak adanya orang yang menolong ku.

Entah apa jadinya jika Alloh berkehendak lain dengan kecelakaan setelah itu,, ya jika ada orang yang kemudian menabrak aku yang terbaring pingsan di jalan raya…. entah apa jadinya jika aku sekarang sudah diadili di alam kubur…

Alhamdulillah… terima kasih atas kasih sayang MU, aku masih bernafas lega.

Karena kasih sayang – MU ujian ini akan menjadi arti.

Terima kasih atas nikmat yang tak terhitung, terima kasih atas nafas dalam kehidupan ku, terima kasih atas IMAN dalam diri ku, terima kasih Alloh Subhanahu wa ta’ala…. mudah2an aku bisa bertemu dengan – MU nanti di Surga Firdaus.

Astagfirullohal’adzhim…. Laa ilaaha illalloh……

#aku ga mau naek motor sendiri😐

Silahkan Tinggalkan Komentar :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s