Hadist : “Kewajiban Hanya Dibebankan Sesuai Kemampuan”

Diriwayatkan dari Aisyah Rodhiyallohu ‘anha, Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam mendatanginya. Saat itu, disebelahnya duduk seorang perempuan. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam lalu bertanya, “Siapa perempuan ini?” Aisyah menjawab, “Dia adalah Fulanah.” Lalu Aisyah menceritakan bagaimana sholatnya. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam berkata, “Cukuplah ! Hendaknya kalian mengerjakan apa yang kalian sanggup. Demi Alloh ! Alloh tidak akan merasa bosan. Kalianlah yang nantinya akan merasa bosan.” Sedangkan ibadah yang paling disukai Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam adalah ibadah yang dilakukan secara terus – menerus. (HR. Bukhori Muslim)

Keterangan Hadist :

 Aisyah Rodhiyallohu ‘anha menceritakan bagaimana sholatnya. Maksudnya, Aisyah menceritakan kehebatan ibadah dan sholat yang dikerjakannya.

Bosan adalah keadaan jiwa yang mengakibatkan seseorang merasa berat dan enggan melakukan amal perbuatan yang sebelumnya ia sangat senangi. Rasa bosan (dalam pengertian enggan memberi pahala) tidak mungkin menghinggapi Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam riwayat lain redaksinya berbunyi : Sedangkan ibadah yang paling disukai Alloh….. Tidak ada perbedaan antara redaksi ini. Karena, sesuatu yang disenangi oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala pasti disenangi oleh Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam.

Hadist lain :

Diriwayatkan oleh Anas Rodhiyallohu anhu bahwa ketika Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam memasuki masjid, tiba – tiba beliau menemuka tali yang dibentangkan diantara dua tiang. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Tali apa ini?” Orang – orang yang ada disana menjelaskan bahwa tali itu kepunyaan Zainab. Apabila kelelahan, ia akan memegangi tali tersebut. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasallam akan m lalu berkata, “Lepaskan tali itu ! Lakukanlah shalat kala semangat, dan jika lelah maka duduklah.” (HR. Bukhori Muslim)

Keterangan Hadist :

Diantara dua tiang. Maksudnya, dua tiang penyangga atap yang ada di dua sisi masjid.

Zainab disini adalah ummul mukminin, Zainab binti Jahsy Rodhiyallohu ‘anha. Konon, rumahnya berada disebelah masjid.

Yang dimaksud dengan lelah disini adalah lelah tak mampu berdiri untuk melaksanakan shalat.

Bunga yang dapat dipetik :

– Hadist – hadist diatas mendorong kita untuk berlaku wajar dan tidak berlebih – lebihan dalam beribadah. Ibadah yang sedikit akan tetapi dilakukan terus – menerus lebih baik daripada ibadah yang banyak tetapi tidak dilaksankan tidak teratur dan terus – menerus.

– Membebani diri dengan ibadah yang berlebihan akan mengakibatkan kelelahan dan kebosanan.

– Memberikan hak kepada diri kita untuk menikmati segala yang dibolehkan, dengan niat memperbaharui semangat dan keteguhan hati kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, adalah perbuatan yang diberi pahala.

– Kita wajib memberantas kemungkaran dengan tangan kita, jika memungkinkan.

Wallohu’alam bishowab.

Sahabat, mudah – mudahan kita termasuk orang selalu istiqomah dalam ketaqwaan, kecil tapi bermakna, sedikit namun terus – menerus. Jagalah Alloh, maka Alloh akan menjaga mu. SEMANGAT KEBAIKAN🙂

Sumber : Badawi Mahmud Syaikh, 2007, Riyadhu ash-Shalihat, Jakarta : Qisthi Press ; hlm 104 – 106.

Silahkan Tinggalkan Komentar :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s