“Aku dan Engkau dalam Satu Waktu”

Demikianlah Khadijah binti Khuwailid,
yang tindak tanduknya seakan mengatakan kepada suaminya,
“Aku dan engkau dalam satu waktu.”

Artinya, masing-masing dari keduanya..
Setia mendampingi yang lain dalam susah dan senang
dan tidak meninggalkannya dalam kesulitan maupun kelapangan.

Pernikahan berarti melebur dalam satu cetakan.
Suami atau istri melihat dirinya selalu membutuhkan pasangannya.

Oleh karena itu, tak ada yang pernah memikirkan perceraian.
Bahkan kata ini terlampau jauh dari pikiran keduanya..
Sejauh jarak antara timur dan barat.

~ Bidadari 2 Negeri, Bab 8, Hal. 144 ~

via http://aisyafra.wordpress.com/2013/04/25/aku-dan-engkau-dalam-satu-waktu/

Gambar

Silahkan Tinggalkan Komentar :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s