Pengalaman Belajar Lapangan 1

Tak terasa udah 3 pekan lamanya sy dan teman2 berada di desa yang tak pernah dijamah bahkan dikenal sama sekali sebelumnya.

Disana kita dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yg didapat dari bangku perkuliahan ke masyarakat………………….. ya,, tentu nya tugas utama kita adalah membantu masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan nya.

Unik nya desa yg saya tempati ini penuh problematika😀

ya gimana ga unik (baca —- kacau ), karena penduduk nya mempersilahkan warung remang2 ada di sekitar kampung. Ironis sekali negeri ini, ketika ia mempunyai penduduk dengan mayoritas Islam namun untuk hal seperti ini tidak ada ketegasan sama sekali…

semua adalah piihan hidup masing2, dan sy harap semua sudah sadar betul akan setiap konsekuensi yg akan diterima dari setiap piihan2 tersebut.

Dilematis (tentunya) ketika dihadapkan dengan lingkungan yg sudah berisiko tertularnya penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Karena disana kita bertugas atas nama kesehatan yang pada dasar nya “kesehatan adalah hak universal”, siapa pun berhak sehat…. tak pandang bulu siapa dan kerjaan apa dia… termasuk orang yg sudah jelas2 di stigma buruk oleh masyarakat “Pekerja Seks Komersial”.

Ok…………….

finally we get the way out. Satu2 nya sasaran untuk menyelamatkan generasi agar tetap sehat adalah “remaja”. Dan akhirnya kita membuat suatu intervensi “pelatihan remaja sehat & motivasi”

lebih ironis lagi… ketika malam jumat tiba, suara gemuruh pengajian ada di setiap pojok desa… ya, pengajian masih jalan dan seakan semua 50 : 50. Rukun Warga dengan MAKSIAT JALAN dan NGAJI JALAN.😐

disamping keramaian & hiru pikuk pengajian di siang, sore juga malam hari…. miris nya masih banyak para lansia yang BUTA HURUF baik buta huruf alquran / alfabet.

Tugas dakwah  semakin berat n menantang…🙂

Tugas menyehatkan masyarakat lewat perilaku hidup bersih & sehat itu sangat berat pula, disamping perilaku berisiko dg berganti2 pasangan ternyata masih banyak masyarakat yg belum faham akan pentingnya ASI eksusif, jajan sembarang, masalah rokok, budaya meminum alkohol juga terlibat dalam NARKOBA😦

…………………………………………..bersambung………………………………………..

 

Silahkan Tinggalkan Komentar :)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s